Aturan IMEI dan Regulasi Suntik Mati Ponsel BM

Suntik Mati Ponsel BM (Black Market)

Dalam beberapa hari ke depan, aturan IMEI yang semestinya diberlakukan pada 18 April akan segera diberlakukan pada 24 Agustus 2020 untuk "suntik mati" ponsel BM alias pasar gelap di Indonesia.

Sehingga mulai 24 Agustus mendatang, pemerintah dan operator siap melakukan suntik mati pada ponsel Black Market (BM) untuk menegakkan dan menerapkan aturan validasi IMEI yang berlaku mulai 18 April 2020.

Pemerintah bekerjasama dengan operator seluler dan pihak terkait lainnya sedang menyusun SOP (Prosedur Operasi Standar) untuk aturan IMEI yang akan dijalankan nanti. SOP ini akan mengatur ketentuan pemblokiran ponsel BM di pasaran.

I Gede Darmayusa, Plt Chief Technology Officer PT XL Axiata, mengatakan, "Setiap operator seluler siap untuk EIR (Pendaftaran Identitas Peralatan). Di pemerintahan, alat CEIR (Pendaftaran Identitas Peralatan Pusat) juga siap. "

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menyebut aturan validasi IMEI belum berjalan maksimal karena CEIR referensi pemblokiran ponsel belum berfungsi maksimal. Hal ini menyebabkan aturan yang semestinya sudah berjalan sejak April lalu tidak maksimal untuk memblokir ponsel ilegal sepenuhnya.

Gede mengatakan, pemerintah dan operator seluler akan terus mengkaji penerapan aturan IMEI agar bisa digunakan secara efektif.

Pemberian pengujian perangkat pemblokiran tetap dilakukan oleh operator seluler, bukan pemerintah atau dalam hal ini Kementerian Perindustrian. CEIR sendiri menyimpan database IMEI ponsel legal yang dipasarkan di seluruh Indonesia. EIR di operator akan mendeteksi IMEI ponsel pelanggan, setelah itu data dikirim ke CEIR untuk identifikasi. Jika tidak cocok, CEIR akan meminta EIR untuk memblokir telepon.

Aturan IMEI posting dan Peraturan BM Cell Phone Dead Injection muncul pertama kali di dunia Teknologi.

Baca:  Google Assistant Siap Gantikan Bixby di Ponsel Samsung