Ernest Prakasa Bagikan Tips Promosi Film Memanfaatkan Smartphone

Kamera Galaxy Note20
Kamera Galaxy Note20

BBekerja sama dengan Festival Film Indonesia, Samsung Electronics Indonesia telah menggelar Samsung Galaxy Movie Studio 2020. Pertama kali dijalankan tahun lalu, hari ini (12/11) menjadi rangkaian workshop online terakhir bagi para peserta.

Tak terasa, seri keempat telah digelar pada November ini, setelah sebelumnya kompetisi film pendek dimulai pada Oktober, di mana 10 ide cerita dan video telah dipilih menjadi finalis. Pada workshop keempat ini hadir mentor yaitu sutradara dan aktor Ernest Prakasa yang berbagi panggung yang sama pentingnya setelah produksi film selesai.

Iya, apalagi kalau bukan promosi untuk film yang sudah dibuat. Bagi Ernest, mempromosikan film sejalan dengan proses manufaktur, dari pra produksi hingga pasca produksi. Strategi promosi harus direncanakan agar bisa mendapatkan target pasar yang tepat. Penerapannya tidak mudah, tim produksi harus lebih aktif dan kreatif dalam memperkenalkan film ke pasar sasarannya.
Baca juga: Samsung Gelar Workshop Galaxy Creator, Menjadi Kreator Bermodal Smartphone

Promosi Film Lewat Offline dan Online Sama Pentingnya

Workshop Samsung Galaxy Movie Studio 2020 # 4
(searah jarum jam) Dennis Adhiswara, Ernest Prakasa – komika & director, dan Taufiq Furqan – Product Marketing Manager Samsung Mobile, Samsung Electronic Indonesia pada workshop keempat Galaxy Movie Studio 2020.

Baik film komersil maupun independen (indie) memiliki tantangan yang berbeda pada tahap promosinya, namun konsep dasarnya tetap sama. "Untuk mempromosikan sebuah film, kita harus mengetahui perbedaan antara marketing vs sales, bagaimana cara membuat calon penonton tertarik terlebih dahulu baru kemudian mengubah minat tersebut menjadi tindakan nyata," jelas Ernest.

Dalam pemaparannya, Ernest secara pribadi lebih memilih untuk mempromosikan film-filmnya di media sosial dengan mengutip testimoni dari orang-orang terpercaya. Dalam hal ini, penggemar film, komunitas film, dan blogger. Menurutnya, pembaca materi iklan akan lebih tertarik jika ada testimoni dari pihak kredibel hingga review sebuah film.

Selain promosi di media sosial, aktivasi offline juga tetap penting meski kita berada di era digital. Bersama dengan promosi online, keduanya dapat dikaitkan dan pengalamannya akan lebih kaya. Untuk mempersiapkan perencanaan materi promosi sejak awal, Ernest merasakan keunggulan S Pen pada seri Samsung Galaxy Note20.

Baca:  Berinvestasi Untuk Milenial di Era Digital

Tak hanya itu, ia juga kaget menemukan fitur di mana pengguna seri Galaxy Note20 bisa mengalihkan kamera dari kamera belakang ke depan saat perekaman video sedang berlangsung. “Fitur ini dapat digunakan untuk merekam apa pun di area pengambilan gambar, yang pada akhirnya dapat menghasilkan rekaman di belakang layar berkualitas tinggi untuk materi promosi yang menarik.

Kompetisi Pembuatan Video Galaxy Movie Studio Dimulai

Usai workshop terakhir digelar, kesepuluh finalis yang berhasil diseleksi akan membuat video layaknya film, menggunakan kamera Samsung Galaxy Note20 Ultra. Mereka akan mengaplikasikan ilmu dari rangkaian workshop yang telah digelar selama dua minggu terakhir. Sepuluh karya akan diunggah ke akun media sosial Samsung Indonesia, dan akan dipilih empat pemenang terbaik.

Kelompok juri sendiri terdiri dari sederet sineas profesional, seperti Yandy Laurens, Nia Dinata, dan Dian Sastrowardoyo. Pemenang lomba tersebut akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp30 juta dan Galaxy Note 20 Ultra untuk Best Picture. Serta tiga pemenang lainnya untuk Sinematografi Terbaik, Skenario Terbaik dan Pilihan Rakyat.